LWL MEET UP! Sebagai Wadah Diskusi Bagi Komunitas Minimalis di Indonesia

0 Shares
0
0
0

Sabtu, 29 Februari 2020 menjadi hari yang bersejarah bagi kami, Lyfe With Less. Hari itu kami akhirnya bisa bertemu langsung dengan LWL Friends yang bersedia meluangkan waktunya untuk datang berbagi cerita, tips dan inspirasi satu sama lain di Ray’s Bottle Of Joe, Pejaten – Jakarta Selatan pukul 13:00 – 16:00 WIB.

LWL MEET UP! ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh kami untuk memererat tali silaturahmi dan menjadi wadah diskusi bagi teman-teman yang baru mau mulai #BelajarJadiMinimalis maupun mereka yang sudah konsisten menjalankannya.

Benar saja, wadah diskusi yang kami berikan berjalan dengan lancar dan teman-teman bisa saling melempar pertanyaan, menanggapi, bahkan memberikan tips, sehingga pulang dari LWL MEET UP! kami mendapatkan banyak insight dan cerita baru tentang gaya hidup minimalis.

Wadah diskusi dimulai dengan perkenalan dan berbagi soal pemahaman “minimalisme” bagi masing-masing yang datang. Kami mendengar banyak sekali perspektif dari banyak latar belakang, ada yang berpendapat minimalis baginya adalah sebuah self-healing therapy, hemat, conscious, maupun hidup secukupnya. Ya, sekali lagi kami bisa tekankan bahwa pemahaman yang berbeda-beda ini adalah hasil dari interpretasi kita terhadap gaya hidup minimalis itu sendiri. Gaya hidup minimalis yang tidak memiliki standar membuat kita bisa dengan mudah memahaminya sesuai dengan situasi kondisi dan pemahaman masing-masing.

Kemudian, diskusi berlanjut dengan pemaparan apa itu Lyfe With Less dan latar belakang dibuatnya komunitas ini oleh Cynthia S Lestari, selaku founder dari LWL. Semua antusias mendengarkan hingga sesi tanya jawab berlangsung. Mulai dari kenapa #BelajarJadiMinimalis, social media detox yang dilakukan oleh beberapa teman yang hadir, perspektif pria atas gaya hidup minimalis hingga Minimalism VS Frugal.

Ada beberapa cerita menarik yang kami ingat dari teman-teman yang datang. Salah satunya dari Bertrand, ia seorang pekerja di start-up company yang sebelumnya selalu menghabiskan pagi harinya hampir satu jam di depan lemarinya hanya untuk memilih baju yang akan dipakai hari itu. Kemudian, terinspirasi dari Steve Jobs ia membeli 12 pcs black shirt untuk menyederhanakan pagi harinya. Ia juga bercerita bahkan temannya membeli 72 pasang baju hitam khusus untuk menyederhanakan waktunya.

Apa yang bisa kita ambil dari sini? Pertama, ternyata pria juga bisa dipusingkan dengan pilihan memakai baju. Kedua, jumlah bukan jadi patokan atas seseorang dalam #BelajarJadiMinimalis. Ada yang merasa 72 cukup, ada yang hanya dengan 12 sudah cukup meskipun Bertrand mengaku sepertinya ia sudah harus membeli lagi beberapa pcs untuk berganti-ganti di kemudian hari.

Cerita kedua yang menarik adalah dari Nurhasanah. Ia bercerita bahwa dulu ia termasuk orang yang gemar mengoleksi bros sejak SMP. Ia mengaku begitu sulit dalam melepaskan ikatannya dengan bros koleksinya. Akhirnya, ia melepasnya dengan membagi bros tersebut dengan teman-teman yang datang ke rumahnya. Ia merasa dengan berbagi dengan teman, ia merasa lebih bermanfaat hingga akhirnya kami juga baru sadar saat datang ke LWL MEET UP, ia sudah tidak lagi menggunakan brosnya.

Kami juga mendapatkan banyak insight seperti bagaimana harus berkompromi dengan orang-orang terdekat kita yang masih kaget saat kita mendeklarasikan diri untuk #BelajarJadiMinimalis. Tidak hanya soal living with non minimalist, teman-teman juga banyak memberikan masukan soal social media detox, seperti menerapkan streamless Sunday & screenless Saturday.

Wadah diskusi kemarin juga sekaligus menegaskan bahwa minimalisme sangat mudah diterapkan sehari-hari dan membantu kita dalam memberikan jeda pada fase hidup yang serba auto dan cepat di Ibukota.

LWL MEET UP! diakhiri dengan kegiatan #PindahTangan, sebuah kegiatan tukar menukar barang yang akan menjadi signature dari LWL MEET UP! di pertemuan perdana ini, acara #PindahTangan dilakukan dengan menukar baju dan buku yang teman-teman bawa. Kami berhasil mengumpulkan 28 buku dan 25pcs baju dan yang tertukar adalah total 31 pcs buku dan baju. Sisa baju akan kami sumbangkan ke Infaq Dakwah Center sedangkan buku akan kami tampung untuk ditukarkan kembali di #PindahTangan berikutnya.

Lyfe With Less berharap acara LWL MEET UP! bisa dilaksanakan secara rutin ke depannya untuk kembali bertemu dengan teman-teman yang seirama. Terima kasih kami ucapkan kepada Zero Waste Indonesia, TukarBaju & RBoJ Coffee atas dukungannya kepada acara ini sampai akhirnya bisa terlaksana dengan baik.

See you on next LWL MEET UP!


#BelajarJadiMinimalis diinisiasi oleh Lyfe With Less, merupakan ajakan kepada teman-teman yang tertarik mengenal dan mempelajari gaya hidup minimalis di Indonesia.

Lebih banyak informasi dan sharing mengenai gaya hidup minimalis di Indonesia bisa kamu ikuti di Instagram @lyfewithless. Dengarkan juga podcast Lyfe With Less di Spotify, Anchor, Google Podcast, Radio Public dan Breaker.

0 Shares
10 comments
    1. Bisa join di Facebook Group “Lyfe With Less” yaa! see you there! Tanggal 1 Januari nanti kita mau ada ZOOM meeting bareng, untuk diskusi film dokumenter terbaru dari The Minimalist, Less Is Now. yuk ikutan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.