Refleksi Gaya Hidup Minimalis Lewat Film “MINIMALISM: A DOCUMENTARY ABOUT THE IMPORTANT THINGS”

0 Shares
0
0
0

Series dokumenter The Minimalists bertajuk “Less is Now” yang akan tayang tanggal 1 Januari 2021 nanti, menjadi perhatian tersendiri bagi teman-teman yang sedang menjalani gaya hidup minimalis. Series dokumenter menjadi batu loncatan kesuksesan yang diraih oleh Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus di film dokumenter pertama mereka yang berjudul “Minimalism: A Documentary About the Important Things”.

Bagi teman-teman yang belum menonton film dokumenter mereka, Kami akan membagikan sedikit sinopsis dan nilai-nilai minimalisme yang bisa kamu ambil untuk selalu #BelajarJadiMinimalis. Film ini pertama kali tayang di tahun 2016, yang disutradarai oleh Matt D’Avella, seorang vlogger dan juga praktisi minimalis yang telah membagikan pengalaman hidupnya untuk selalu #BelajarJadiMinimalis selama bertahun-tahun.

Film ini menceritakan pengalaman perubahan fase hidup dari Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus, sepasang sahabat yang saling mengenal satu sama lain karena bekerja di sebuah perusahaan ternama di Amerika Serikat. Perubahan tersebut berawal dari gaya hidup konsumtif yang berlebihan, yang kemudian membuat mereka beralih untuk menjadi menerapkan sebuah gaya hidup yang sederhana dan berfokus pada kualitas dibandingkan kuantitas, sebuah gaya hidup yang berfokus pada sedikit barang untuk menciptakan sebuah ruang yang seluas-luasnya. Minimalisme.

Di salah satu scene film tersebut, Ryan mengatakan kepada para audiens dalam world tour buku mereka yang berjudul “Everything That Remains”, bahwa less is more. Lengkapnya adalah berikut,

Imagine life with less. Less stuff, less clutter, less stress, debt, discontent, and life with fewer distractions. Now imagine a life with more. more time, more meaningful relationships, more growth, more contribution, and contentment.”

Bayangkan hidup dengan sedikit. Sedikit barang, lebih rapi, sedikit stress, hutang, derita, dan kehidupan dengan sedikit distraksi. Sekarang bayangkan hidup dengan banyak. Banyak waktu, hubungan yang semakin bermakna, lebih tumbuh, berkontribusi lebih dan tentunya kebahagiaan. Itulah yang kemudian mengantarkan mereka untuk menjadi The Minimalists, nama panggung mereka yang kini semakin dikenal di seluruh dunia melalui berbagai buku, blog, podcast,serta vlog yang disebar di berbagai sosial media, seperti YouTube, Spotify, dan juga website theminimalists.com

Selain Josh dan Ryan, ada juga beberapa masyarakat yang mulai beralih menerapkan gaya hidup minimalisme, mulai dari pengusaha, traveler, sepasang lansia, dan juga pekerja yang dahulu sering menganggap bahwa gaya hidup konsumtif dapat meningkatkan kebahagiaan mereka. Padahal, tidak selamanya seperti itu.

Dari film ini, kamu akan mendapatkan banyak nilai-nilai dan pesan yang dapat dijadikan pembelajaran bagi kamu yang masih sulit konsisten #BelajarJadiMinimalis.

Apa saja sih pesan yang ingin disampaikan The Minimalists di film pertama mereka?

1. Quality over Quantity

Mereka menyampaikan sebuah pesan ketika sedang berada dalam perjalanan world tour-nya, bahwa untuk menerapkan gaya hidup minimalis, kamu harus berfokus pada kualitas dibandingkan kuantitas.

Tidak masalah kamu membeli barang berkualitas tinggi yang juga memiliki harga relatif mahal, karena semakin tinggi kualitas yang ditawarkan, semakin lama juga durasi barang tersebut sampai benar-benar rusak, dibandingkan kamu membeli banyak sekali barang namun memiliki kualitas yang cukup buruk.

Maka dari itu, lebih baik untuk memiliki sedikit barang yang berkualitas tinggi, dibandingkan banyak barang namun kualitasnya rendah.

2. Consumption isn’t wrong, Compulsive Consumption is.

Di salah satu world tournya, mereka mendapatkan sebuah masukan yang datang dari salah satu audiensnya, yang mengatakan bahwa dengan menerapkan gaya hidup minimalis, ada anggapan bahwa kita tidak boleh berkonsumsi terhadap barang yang kita miliki.

Anggapan tersebut tentu salah. Konsumsi tidak pernah salah, compulsive consumption yang salah.

Compulsive consumption adalah sebuah istilah yang mengartikan membeli barang banyak untuk kepentingan kebahagiaan semata.

Kenapa ini kemudian dipermasalahkan dan menjadi pantangan bagi para minimalis? Karena dengan stigma bahwa barang mendatangkan kebahagiaan, maka kamu akan menjadi sangat boros hanya karena ingin “bahagia”.

Hal inilah yang menjadi concern bagi The Minimalists bahwa sejatinya tantangan bagi minimalis adalah bagaimana caranya menemukan “bahagia” itu tanpa menggantungkannya dengan barang. Tidak selamanya memiliki banyak barang dapat mendatangkan kebahagiaan, siapa tau hal tersebut hanya bersifat sementara dan berujung pada permasalahan lainnya yang ternyata tidak membahagiakanmu.

3. Less is More

Dan pesan terakhir yang ingin disampaikan The Minimalists dalam film ini adalah less is more. Sedikit adalah banyak. Dengan sedikit barang yang dimiliki, tentunya dapat mendatangkan banyak manfaat.

Tingkat stress yang jauh menurun karena fokusmu tidak lagi terhadap kuantitas barang, tapi lebih kepada nilai serta fungsi yang langgeng dari barang yang kamu miliki. Kamu tidak perlu lagi spent a day hanya untuk membereskan barang yang sudah menggunung di rumah. Kamu tidak perlu lagi memusingkan big sale yang selalu datang tiap bulan di e-commerce kesayangan kamu.

Dan juga, dengan memiliki sedikit barang, kamu jadi punya banyak waktu untuk fokus dengan apa yang kamu miliki, baik itu barang maupun dirimu sendiri. Fokus untuk selalu mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas, fokus untuk merencanakan budgeting sebelum membeli. Dan yang terpenting, fokus untuk selalu less to create more.

Inilah yang menjadi semangat baru untuk kamu yang sudah berjuang sekuat tenaga #BelajarJadiMinimalis di tahun 2020. Dengan slogan baru di film mereka yang baru, “New Year, New Spirit”.

Dengan film terbaru mereka yang akan tayang sebentar lagi, tentunya menjadi pacuan semangat kamu untuk selalu #BelajarJadiMinimalis dengan lebih baik, lebih tenang, dan lebih fokus dari sebelumnya.

Adakah yang sudah menonton film ini juga? scene apa yang paling berkesan untukmu? 😀


#BelajarJadiMinimalis diinisiasi oleh Lyfe With Less, merupakan ajakan kepada teman-teman yang tertarik mengenal dan mempelajari gaya hidup minimalis di Indonesia.

Lebih banyak informasi dan sharing mengenai gaya hidup minimalis di Indonesia bisa kamu ikuti di Instagram @lyfewithless. Dengarkan juga podcast Lyfe With Less di Spotify, Anchor, Google Podcast, Radio Public dan Breaker.


Tulisan ini hasil karya kontributor kami, Gilang Rizky Pradana.

Editor: Cynthia S Lestari.

Tertarik menjadi kontributor kami? Kunjungi link berikut untuk menulis atau email draftmu ke hi.lyfewithless@gmail.com dengan subject: CONTRIBUTOR – NAMA.


0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like