Review Film “Happy Old Year”; Sebuah Proses Panjang Untuk Melepaskan

0 Shares
0
0
0

Ada yang sudah menonton film Thailand terbaru tahun 2020, Happy Old Year? Dibintangi oleh aktor muda nan berbakat, Chutimon Chuengcharoensukying (Aokbab) dan Sunny Suwanmethanon mereka berhasil memainkan peran dengan sangat apik. Khas film Thailand yang sarat akan makna & mencabik emosional dari penontonnya, Happy Old Year juga akan mencabik-cabik emosi penonton, terutama teman-teman yang sedang menjalani gaya hidup minimalis karena kisahnya sangat berkaitan dengan kita saat menjalankan decluttering.

Yap, Happy Old Year adalah sebuah film yang bercerita tentang perjalanan panjang dan melelahkan saat melakukan decluttering. Kisahnya sangat detail diceritakan dari sudut pandang Jean (Aokbab), perempuan muda yang ingin menyulap rumah lamanya menjadi kantor untuk usahanya. Rumah lama yang ditinggali oleh ia, ibu dan adiknya merupakan rumah bekas usaha mereka bersama ayahnya dulu untuk reparasi barang dan sekolah musik. Rumah yang mereka tinggali penuh dengan barang-barang peninggalan usaha dan enggan untuk dibereskan oleh sang Ibu karena dianggap memiliki banyak kenangan.

Jean yang baru saja pulang dari Swedia dan begitu tertarik dengan konsep minimalisme langsung saja ingin menerapkannya di rumah karena kebetulan ia juga ingin menyulap rumah tersebut menjadi kantornya. Dalam proses melepaskan barang-barangnya, tidak pernah disangka bahwa kegiatan ini begitu melibatkan banyak emosi di dalamnya, seperti saat ia harus bertengkar dengan ibunya soal barang ayah yang sudah meninggalkan mereka, bertengkar dengan sahabatnya karena ia bisa dengan mudah menyingkirkan hadiah pemberian sahabatnya, bergelut dengan pemikiran sendiri apakah ia egois melakukan semua ini atau menemukan kepingan memori dari orang-orang yang terlibat di dalam barang yang ingin disingkirkan. Salah satunya adalah kenangan dengan mantan pacar yang ditinggalnya, Aim (Sunny Suwanmethanon) yang membawanya kembali ke menyelami perasaan lama di saat ia juga harus menerima kenyataan bahwa kini Aim sudah memiliki kekasih baru.

Pada akhirnya Jean memang berhasil melepaskan semua barang-barang yang ada di dalam rumahnya dan mengubah rumah tersebut menjadi kantor yang begitu minimalis.

Cerita di film Happy Old Year ini adalah sebuah gambaran realita yang sering kita temui saat kita melakukan decluttering. Happy Old Year bisa dibilang bukan drama percintaan Thailand yang menye-menye. Karakter tokohnya diperlihatkan begitu kuat, dingin dan penuh pendirian. Jika kamu sering melihat Sunny main film komedi dengan ekspresi yang beragam, di sini kamu akan melihat Sunny dengan aktingnya yang super keren karena ia memerankan Aim dengan sangat cool! Kalau Aokbab, mungkin kamu pernah melihatnya berakting di Bad Genius sebagai cewek super genius yang membantu teman-temannya dalam misi pencontekan Internasional. Kami rasa di film ini karakter Jean hampir sama dengan karakternya di Bad Genius, ambisius dan cool. Satu lagi yang kami notice dari film ini adalah detailnya yang begitu apik! Dari awal kita lihat Happy Old Year benar-benar ingin memperlihatkan gaya hidup minimalis dengan menampilkan Jean dengan potongan dan warna baju hitam putih tanpa ada warna lain, pun dengan tampilan akhir rumah Jean yang berubah begitu minimalis dengan minim barang dan serba putih. Mereka begitu konsisten memerlihatkan minimalisme dalam film ini.

https://www.facebook.com/binncumentary

Berbicara soal alur cerita, menariknya film ini menggunakan “Steps how to dump” untuk mengalirkan ceritanya. Dimulai dari Step 1 – Step 6 dan di setiap langkah selalu ada makna di dalamnya.

Nah, yuk kita bahas Step 1-6 How To Dump versi Happy Old Year dalam melakukan decluttering! 😃

Step 1; Set Goals & Find Inspirations

https://www.facebook.com/binncumentary

Setuju sekali dengan langkah pertama ini, sebelum memulai decluttering kita harus siapkan mental, fisik dan juga hati kita. Tekadkan niat yang kuat and find your strong WHY dalam melakukan decluttering atau memulai gaya hidup minimalis. Kenapa harus menetapkan tujuan? agar kamu konsisten, jika ada halangan di tengah jalan kamu bisa terus ingat apa tujuanmu untuk kembali melakukannya lagi. Setelah menentukan tujuan, carilah inspirasi untuk memperkuat tujuan dan semangatmu. Bisa mencari visual gaya hidup minimalis atau membaca/mendengar cerita mereka yang sudah memulainya. Temukan komunitas atau kelompok orang-orang serupa agar kamu dikelilingi oleh vibrasi yang sama. Follow @lyfewithless di Instagram agar kamu tetap semangat dan konsisten menjalani gaya hidup minimalis ya.

Step 2; Don’t Reminisce The Past

https://www.imdb.com/title/tt11316824/

Pada langkah ini kamu “dipaksa” harus bisa melewatkan masa lalu jika ada barang yang sarat akan kenangan. Memang sulit, kamu tidak perlu gegabah dalam memulainya, ambillah beberapa waktu untuk memutuskan. Kamu bisa memisahkan barang tersebut dulu dan menjauhkannya dari matamu, fokuslah pada fungsi/manfaat barang tersebut apakah masih bermanfaat jika terus disimpan? Jika tidak singkirkan/jual/donasikan jika masih, segera simpan dan rapikan agar tidak jadi berantakan.

Step 3; Don’t Feel Too Much

https://www.facebook.com/binncumentary

Siapa yang mudah dalam melepaskan barang-barang yang sarat akan kenangan? Siapapun kami rasa sulit dan tidak bisa instan. Wajar saja jika kamu masih mengingat kenangannya asalkan jangan terlalu lama dan dalam agar kamu tetap fokus dengan tujuanmu dalam melakukan decluttering. Keep only what matters for you now bisa menjadi acuanmu agar tidak berlama-lama terjebak dalam masa lalu. Kamu bisa foto barangnya dulu sebelum disingkirkan untuk tetap bisa menyimpan kenangan di dalamnya.

Step 4; Don’t Waver, Be Heartless

https://www.imdb.com/title/tt11316824/

Jika kamu menemukan dirimu masih tenggelam dalam masa lalu, carilah alasan lain untuk bisa bangkit dan segera kembali pada tujuanmu. Kejamlah pada kenangan-kenangan yang ada, apalagi yang sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan. Tanya dan challenge diri sendiri jika masih disimpan apa pro dan kontranya agar kamu memiliki perbandingan.

Step 5; Don’t Add More Things

https://www.imdb.com/title/tt11316824/

Saat kamu sudah berhasil melepaskan barang-barangmu, jangan menambahkannya lagi dengan alasan “Ah sudah kosong, bisa beli x deh”. Tujuan decluttering bukanlah untuk mengganti barang, namun untuk mengurangi barang yang sudah tidak lagi bermanfaat untukmu. Lalu bagaimana jika kasusnya seperti di film Happy Old Year di mana kamu diberikan barang-barang lamamu oleh si mantan pacar? cek lagi, kembali pada fungsinya, jika masih bermanfaat silahkan simpan jika tidak? You know what you must do.

Step 6; Don’t Look Back

https://www.facebook.com/binncumentary

Terakhir, jika kamu sudah selesai merapikan barang-barang yang ingin kamu singkirkan, jangan lagi kamu mengingat kenangannya. Hindari cek-cek barang lagi. Saran kami, coba untuk segera tutup dusnya agar kamu tidak lagi membukanya dan lakukan dalam satu waktu setelah kamu berhasil memutuskan memasukkan barang tersebut ke dus itu. Kalau bisa, setelahnya langsung eksekusi (buang/donasi/jual) jadi tidak ada waktu untuk mengingat atau menyelamatkan barang itu kembali.

ps: Bonus foto poster buat teman-teman yang fans Sunny 😜

https://www.facebook.com/binncumentary

Happy Old Year di Indonesia belum tayang di bioskop. Kamu bisa mengaksesnya lewat Netflix region United Kingdom atau Netherlands. Bagaimana? kamu tertarik untuk menonton dan mengadaptasi gaya hidup minimalisnya? 😊


#BelajarJadiMinimalis diinisiasi oleh Lyfe With Less, merupakan ajakan kepada teman-teman yang tertarik mengenal dan mempelajari gaya hidup minimalis di Indonesia.

Lebih banyak informasi dan sharing mengenai gaya hidup minimalis di Indonesia bisa kamu ikuti di Instagram @lyfewithless. Dengarkan juga podcast Lyfe With Less di Spotify, Anchor, Google Podcast, Radio Public dan Breaker.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like