Mispersepsi Tentang Desain Minimalis

0 Shares
0
0
0

Rumah diberikan aksesoris atau perabotan rumah tangga (termasuk mebel) untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penghuninya. Selain itu, melakukan dekorasi interior atau eksterior rumah pun merupakan salah satu hal wajib bagi sebagian orang baik untuk mempermudah penghuninya dalam beraktivitas atau sebagai elemen penyedap hati dan mata. 

Dalam minimalisme, untuk dekorasi rumah, kita perlu mengetahui seberapa luas area rumah yang akan kita dekor. Hal ini untuk memaksimalkan area di dalam rumah untuk mempermudah aktivitas kita. Kita harus bisa melakukan perhitungan dalam memilih peralatan, penataan barang, dan cahaya yang sesuai.

Photo by Maksim Goncharenok from Pexels

Hal ini kita sebut sebagai “Desain Minimalis”. Menurut dekoruma, salah satu situs informasi untuk desain interior, dalam dunia arsitektur dan desain, desain minimalis adalah kondisi di mana subjek hanya menampilkan elemen-elemen esensial dan mengutamakan fungsi dari subjek itu sendiri. Desainer arsitektur minimalis berfokus pada koneksi antar elemen bangunan, pencahayaan, juga void yang tersisa pada suatu bangunan.

Desain Minimalis tidak sepenuhnya bergantung pada kata “Minimal”, bisa jadi karena salah persepsi tentang minimalis, justru kita tidak menikmati aktivitas di dalam rumah karena desain ruang menjadi “Minimal”. Dilansir dari beberapa situs informasi desain interior, berikut adalah beberapa persepsi yang salah tentang desain minimalis.

1.  Minimalis Berarti Ruangan Semi Kosong

Minimalis tidak selalu berartikan semi kosong atau tampak kosong dengan sedikit barang. Minimalis berarti menggunakan perabotan rumah tangga yang sesuai dengan aktivitas di ruangan atau dalam kata lain memiliki fungsi tersendiri (fungsional), sehingga ruangan akan terasa hidup.

2.  Perabotan Harus Mengikuti Gaya Skandinavia

Siapa disini yang suka ke home depot hanya sekedar untuk melihat lihat inspirasi dekorasi rumah? Kita ambil contoh yaitu IKEA. IKEA, salah satu home depot asal Swedia ini memberikan kita berbagai macam inspirasi dalam dekorasi interior rumah. Mereka memberikan inspirasi dekor minimalis ala Skandinavia. Nah, inspirasi yang dituang dalam contoh ruangan mereka memberikan efek pemberian informasi kepada orang lain, sehingga menganggap bahwa gaya ruang minimalis harus mengikuti gaya Skandinavia. Namun, hal ini kurang tepat karena minimalis tidak perlu mengikuti model atau gaya tertentu.

Photo by cottonbro from Pexels

3.  Desain Minimalis Hanya Memiliki Warna yang Minimal

Minimalis bukan berarti semuanya harus minimal ya. Kalian bisa melakukan perpaduan warna di dalam suatu ruangan sesuai dengan kegunaan ruangan tersebut. Misalkan, jika kalian ingin menciptakan ruang kamar tidur dengan nuansa hangat, mungkin kalian bisa menggunakan warna hijau dan kuning serta tidak menggunakan warna biru atau putih karena akan memberikan nuansa dingin.

4.  Konsep Minimalis Harus Modern dan Tidak Boleh Autentik

Memang, gaya modern sangat terlihat minimalis, tetapi jangan lupa bahwa konsep minimalis tidak harus mengikuti gaya tertentu. Kalian bisa melakukan kreasi untuk mendapatkan hasil yang estetik dan tidak mengurangi fungsi dari peralatan tersebut.

5.  Kontemporer adalah New Minimalis

Kontemporer disini memiliki artian mengikuti tren dekor yang terbaru, padahal tidak selamanya desain akan sejalan dengan desain minimalis. Namun pada faktanya, saat ini konsep/ tren minimalis memang sedang diminati oleh khalayak banyak.

6.  Ruangan Minimalis Berdinding Warna Netral

Apakah kamu merupakan salah satu korban mandela effect? Bahwa ruangan kalian harus diberikan dinding putih sehingga terasa luas dan minimalis? Ilusi mata mungkin bisa membuat ruangan tersebut terasa luas, tapi sesuai dengan informasi nomor 3 di atas, kalian bisa melakukan kombinasi warna untuk menghilangkan kesan monoton atau warna yang lebih tenang.

Photo by Naomi Hébert on Unsplash

7.      Minimalis Berarti Memiliki Lahan Sempit

Ingat informasi di atas mengenai luas lahan atau rumah yang sempit? Desain minimalis tidak selamanya harus di area yang sempit. Desain minimalis pada hunian yang sempit membantu kesederhanaan fungsi sehingga bisa memaksimalkan ruangan yang ada. Tetapi secara konsep, hunian mewah atau luas dapat menerapkan desain minimalis juga.

Setelah membaca beberapa informasi di atas, kita berharap bahwa readers dapat memahami lebih luas bahwa desain minimalis dalam suatu hunian atau tren dekor rumah minimalis itu konsepnya tidak terbatas dan tidak mengikuti suatu gaya/ tren tertentu, sehingga kalian dapat berekspresi pada dekorasi hunian kalian dan jangan lupa untuk tetap memperhatikan fungsi dari perabotan rumah tangga tersebut dan melakukan kombinasi dengan pencahayaan juga.


Tulisan ini hasil karya kontributor kami, Jeff Vernando

Editor: Sarah Safira Sofiani & Cynthia S Lestari.

Tertarik menjadi kontributor kami? Kunjungi link berikut untuk menulis atau email draftmu ke hi.lyfewithless@gmail.com dengan subject: CONTRIBUTOR – NAMA.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Minimalism ThoughtGaya Hidup Minimalis, Bikin Lebih Hemat atau Lebih Boros?

Gaya hidup minimalis seringkali dikaitkan dengan hidup berhemat. Namun sebenarnya konsep hidup minimalis berbeda dengan menjalani hidup hemat. Minimalisme lebih berfokus kepada segala sesuatu yang bermanfaat dan berarti terlepas dari nilai materialnya. Sedangkan, hidup berhemat, merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap pengeluaran finansialnya dan memiliki prioritas keuangan.