Thrift VS Preloved: Terlihat Serupa Namun Tak Sama

0 Shares
0
0
0

Selama beberapa tahun terakhir, bisnis thrift shop dan preloved item mulai menjamur. Baik barang thrift maupun preloved punya misi yang sama, yaitu untuk memperpanjang masa pakai suatu barang dengan cara reuse (menggunakan kembali) agar barang tersebut bisa dimanfaatkan orang lain dan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Harga jual barang thrift dan preloved biasanya juga lebih murah dibandingkan dengan membeli baru. Tapi, sebenarnya apa sih yang membedakan thrift dan preloved?

Pengertian Thrift dan Preloved

Barang-barang thrift maupun preloved sama-sama merupakan barang bekas layak pakai. Namun, yang jadi pembeda adalah sumber dan cara mendapatkan barang bekas tersebut. Istilah thrift sendiri berarti barang bekas baik dari lokal maupun impor. Sementara preloved berasal dari kata pre dan loved yang berarti pernah dicintai.

Perbedaan Barang Thrift dengan Barang Preloved

Barang-barang thrift biasanya dijual di toko khusus barang bekas atau thrift shop, sehingga kita tidak mengetahui pemilik sebelumnya dari barang tersebut. Penjual juga tidak mengetahui keadaan detail dari barang karena bukan pemiliknya dan tidak pernah menggunakan barang tersebut. Sebagai pembeli, kita perlu jeli dalam memperhatikan kondisi barang yang hendak kita beli karena kita tidak mendapatkan informasi mengenai barang dari penjual. Sedangkan barang-barang preloved biasanya dijual secara langsung oleh pemiliknya via media sosial atau marketplace. Penjual juga biasanya mendeskripsikan kondisi barang-barang yang akan dijual dengan cukup detail, termasuk bagian-bagian yang defect. Kalau kamu pernah dapat barang lungsuran dari orang tua atau saudara, itu juga berarti kamu sudah mengadopsi barang preloved lho!

Mana yang sebaiknya saya pilih, barang thrift atau preloved?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum membeli barang bekas:

  1. Kondisi dan kualitas barang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita sebagai pembeli perlu lebih teliti dalam berbelanja barang thrift karena penjual tidak selalu memberikan informasi detail mengenai barang yang dijual. Sedangkan untuk barang preloved biasanya penjual memberikan informasi detail mengenai barang yang dijua. Kita sebagai pembeli pun bisa leluasa bertanya mengenai kondisi barang karena penjual pernah menggunakan barang tersebut.

  1. Budget

Selalu tentukan budget di awal sebelum berbelanja ya! Biasanya kamu bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan negotiable dengan penjual barang preloved. Sedangkan untuk barang thrift biasanya penjual sudah memasang harga tetap dan tidak bisa ditawar.

  1. Pengalaman berbelanja

Jika kamu lebih senang berbelanja dengan datang langsung ke toko, maka kamu bisa memilih thrift shopping. Biasanya pilihan barang yang ditawarkan juga beragam. Kamu bisa cuci mata dengan produk-produk yang ditampilkan. Tapi ingat, be mindful dan jangan sampai kalap ya! Kalau kamu lebih suka berbelanja sekaligus membangun hubungan personal dengan penjual, maka belanja barang preloved adalah jawabannya. Beberapa penjual barang preloved suka memberi catatan tertulis yang hangat untuk dibaca oleh pemilik barang preloved barunya. Tentunya kamu juga menjadi tahu dan kenal pemilik barang bekas tersebut.

Apakah salah jika saya membeli barang dari thrift shop?

Tentu saja tidak, selama barang tersebut memang kamu perlukan, bukan barang yang dibeli karena dorongan impulsif dan tetap #BijakBerkonsumsi. Kamu juga bisa lho gabung ke grup Telegram #SalingSilang untuk jual-beli-beri-adopsi barang preloved. Detail lebih lanjut, kamu bisa cek di sini ya. Coba ceritain pengalaman kamu beli barang thrift atau preloved di kolom komentar, yuk!

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

#BijakBerkonsumsi5 Mindset Mindless Buying. Hindari Ya!

Sadar engga sih kalau dalam berkonsumsi, kita banyak dipengaruhi oleh mindset lawas yang kalau ditelaah lebih jauh bisa mendorong ke arah mindless buying dan memacu untuk belanja secara impulsif. Simak mindset yang harus ditinggalkan untuk mempraktikkan pembelian secara sadar sesuai konsep #BijakBerkonsumsi.