Refill Kebutuhan Rumah Tangga Semudah Beli Galon Air!

0 Shares
0
0
0

Apa produk konsumsi yang paling banyak kalian punya di rumah? pasti produk kebutuhan rumah tangga salah satunya. Sebut saja detergen, pewangi pakaian, sabun cuci piring, sabun mandi dan teman-temannya. Produk kebutuhan rumah tangga adalah kebutuhan reguler yang selalu dibutuhkan di rumah. Ingat kata kebutuhan reguler berarti sampahnya juga reguler kan ya? Dalam satu bulan, mungkin kita akan menyumbang lebih dari 3 sampai 5 sampah reguler kebutuhan rumah tangga.

Kami di Lyfe With Less sudah mencoba banyak cara untuk menekan jumlah sampah dan produk yang dihasilkan, salah satunya adalah dengan mencoba inovasi belanja sistem refill (isi ulang). Sistem refill ini seru sekali karena konsumen bisa dibantu untuk #BelajarJadiMinimalis dan less waste karena tidak perlu menghasilkan banyak sampah kebutuhan rumah tangga. Kami sudah mencoba 3 macam jenis refill business dan ada beberapa kesan dalam mencobanya.

  1. Sistem isi ulang ini haruslah bisa menjangkau banyak lokasi agar komunikasi dan inovasinya bisa dimanfaatkan oleh banyak orang, bukan hanya di kota besar.
  2. Gratis ongkir atau ongkir yang murah menjadi salah satu faktor utama dalam mengubah sistem pembelian konsumen dari yang belanja pakai packaging menjadi hanya isi ulang. Gratis ongkir semakin memudahkan konsumen untuk memilih dan berubah ke arah yang lebih hemat sampah, apalagi jika cara pemesanan mudah dan barang diantarkan dengan kurir yang ongkirnya gratis.
  3. Varian yang banyak. Kebutuhan rumah tangga banyak sekali, jika tidak beragam maka kemungkinan untuk memilih sistem refill jadi berkurang karena jika ada satu produk habis dan tidak ada di tempat bisnis isi ulang kebutuhan rumah tangga tersebut, maka konsumen akan lebih memilih untuk tetap berbelanja menggunakan packaging plastik seperti biasanya.
  4. Loyalty program! Bagaimana cara agar menarik konsumen untuk mengubah kebiasaan membeli produk rumah tangga dari yang normal ke sistem baru? Dengan loyalty program. Jika ada potongan harga atau diskon dengan sistem pengembalian wadah akan sangat menarik.

Akhirnya, beberapa waktu lalu kami mencoba Koinpack! Koinpack ini menurut kami paling menjawab kebutuhan konsumen. Koinpack merupakan ventura yang menyediakan produk-produk harian rumah tangga seperti sabun, sampo, deterjen, cairan pencuci piring, beras, dan minyak goreng dari brand-brand yang sudah familiar di masyarakat dalam kemasan yang bisa dikembalikan (returnable) dan digunakan ulang (reuse).

Source: Koinpack

Koinpack didirikan karena adanya fakta bahwa jenis sampah plastik yang sangat sulit didaur ulang secara ekonomis seperti sachet dan pouch beredar sangat luas di masyarakat sedangkan tingkat daur ulang di Indonesia hanya 10%. Limbah yang tidak terdaur ulang banyak mencemari perairan dan wilayah pesisir. Selain itu, sachet tidak memilik nilai di pasar daur ulang dan memakan waktu lama untuk dikumpulkan. Misalnya, sachet memiliki harga pasar yang sangat rendah untuk pendaur ulang (kurang dari Rp700,000 per ton di beberapa lokasi jika ada permintaan) dan dibutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan 1 ton (NPAP,2020). Sebagai konsekuensi, sistem pengumpulan informal/swasta dan industri daur ulang tidak berminat dan plastik jenis ini kemungkinan bocor ke lingkungan.

Bagaimana cara memesan isi ulang kebutuhan rumah tangga melalui Koinpack?

  • Pelanggan membeli produk-produk Koinpack di mitra penjualan Koinpack atau langsung kontak Koinpack melalui WA
  • Jika membeli melalui mitra Koinpack, botol produk akan discan oleh mitra Koinpack menggunakan aplikasi Koinpack agar tetap terlacak
  • Pelanggan menghabiskan produknya
  • Pelanggan mengembalikan kemasannya ke mitra Koinpack yang sama pada saat mereka membeli, atau bisa dijemput oleh tim Koinpack jika mereka membeli langsung ke Koinpack
  • Pelanggan akan mendapatkan cashback/potongan harga untuk pembelian selanjutnya setelah mereka mengembalikan kemasan
Source: Koinpack

Mudah bukan? Dengan begini, kita bisa bersama-sama mencegah sampah kemasan sekali pakai langsung dari sumbernya. Saat ini, mitra penjualan Koinpack ada sebanyak 16 titik yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya (selengkapnya bisa dicek di www.koinpack.id). Jenis-jenis mitra Koinpack sangat beragam mulai dari warung, bank sampah, komunitas PKK bahkan hingga agen-agen individu. Selain ingin berkontribusi pada penyelamatan lingkungan, Koinpack juga ingin mempunya dampak social. Dengan mengajak bank sampah, komunitas PKK, dan agen-agen individu yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga, Koinpack berharap bisa membantu mereka untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih.

https://www.instagram.com/koinpack/

Hingga saat ini, Koinpack telah berhasil mencegah lebih dari 40,000 kemasan sekali pakai setara sachet dengan skala pilot yang relatif kecil. Koinpack sekarang bertujuan untuk memperbanyak titik penjualannya di wilayah Jabodetabek hingga 300 titik penjualan pada akhir tahun 2022, dengan begitu, Koinpack berpotensi mengurangi hingga 10 juta limbah setara sachet di Jabodetabek pada akhir tahun 2022. Selain itu, dengan memperbanyak mitra penjualan, itu artinya akan semakin banyak juga pengusaha mikro baru yang lahir dan merasakan manfaat ekonomi (diperkirakan mereka bisa dapat tambahan penghasilan sekitar 15% per bulan) dari keberadaan Koinpack.

Find us on Instagram: @koinpack
Website: www.koinpack.id

Source: https://globalplasticaction.org/wp-content/uploads/NPAP-Indonesia-Multistakeholder-Action-Plan_April-2020.pdf

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Inspiration#SuaraKonsumenBijak dari Alodita dan Anya Seputar Produk Endorsement dan PR Package!

Sebagai content creator,dapat kiriman product package untuk endorsement adalah hal yang biasa. Produk yang dikirim seringkali diiringi dengan kemasan yang dipercantik seperti box, kardus, bubble wrap, pita, atau ornamen lain agar terlihat lebih menarik. Tetapi siapa sangka kalau kemasan-kemasan nan cantik ini justru bisa membuat stres dan cemas karena menumpuk dan malah berakhir jadi sampah. Sebagai content creator, Alodita dan Anya juga merasakan hal ini loh! Mereka membagikan pengalaman mengenai endorsement product package kepada tim Lyfe with Less.