Gaya Hidup Minimalis, Bikin Lebih Hemat atau Lebih Boros?

Gaya hidup minimalis seringkali dikaitkan dengan hidup berhemat. Namun sebenarnya konsep hidup minimalis berbeda dengan menjalani hidup hemat. Minimalisme lebih berfokus kepada segala sesuatu yang bermanfaat dan berarti terlepas dari nilai materialnya. Sedangkan, hidup berhemat, merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap pengeluaran finansialnya dan memiliki prioritas keuangan.

Antara Minimalis, Hobi, dan Koleksi

Memiliki hobi atau sebuah kecintaan terhadap koleksi barang tertentu seringkali menimbulkan dilema bagi para penganut gaya hidup minimalis, terutama untuk para pemula. Apalagi minimalisme identik dengan mengeliminasi segala sesuatu yang tidak memiliki tujuan fungsional dan tidak esensial dalam hidup kita. Namun, makna sebenarnya dari menjalani gaya hidup minimalis adalah tentang #BijakBerkonsumsi. Jadi, menjalani hobi dan memiliki barang koleksi bukan hal yang salah sebagai seorang minimalis.

Waspada Hoarding Disorder!

Hoarding dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai menimbun atau penimbunan. Perilaku Hoarding yang lebih dikenal sebagai Hoarding Disorder merupakan kebiasaan seseorang untuk membeli, memperoleh, mencari, dan menyimpan barang-barang terlepas dari nilai atau kegunaannya. Selain mengumpulkan barang, seseorang dengan Hoarding Disorder (biasa disebut sebagai Hoarder) memiliki kecemasan untuk membuang barang yang sudah tidak terpakai lagi. Akhirnya terjadi penumpukan karena akumulasi barang yang dilakukan secara terus menerus dan tetap disimpan. Sering dianggap sepele, kenyataannya Hoarding adalah kondisi psikologis yang ekstrem. Pada kasus yang sangat parah timbunan barang sudah memenuhi seluruh ruang tempat tinggal, membuat ruang gerak menjadi terbatas, dan membawa dampak buruk terhadap kesehatan.