Mau Beli Produk Kecantikan Yang Lagi Viral? Coba Baca Ini Dulu Ya!

0 Shares
0
0
0

“Apa kalian sudah coba skincare yang sedang viral itu?”
“Sudah, dong! Di mukaku cocok banget, ini repurchase ke-tiga kalinya, lho
“Oh ya? masa, sih? Aku malah menyesal karena mukaku menjadi breakout.”
“Kalau aku sih tidak tertarik untuk membeli, karena aku sudah tahu apa saja kebutuhan kulitku :)”

Dari percakapan di atas, kira-kira kamu team yang mana

Pandemi membuat kita lebih sering berinteraksi virtual melalui media sosial. Hal itu menyebabkan kita berpotensi lebih besar menerima informasi yang sebetulnya kurang dibutuhkan. Salah satu informasi yang banyak kita konsumsi, khususnya pada beranda media sosial kaum wanita adalah mengenai beauty product. Mulai dari make up review, skincare review, bahkan beauty product yang sedang viral.

Semakin banyak orang yang membahas mengenai suatu beauty product, maka kemungkinan untuk viral akan semakin besar. Beberapa klaim yang sering diberikan memang sangat beragam, baik khasiatnya yang sangat bagus atau dapat membuat wajah menjadi glowing hanya dalam waktu yang singkat, kemudian harga yang sangat murah hingga diskon yang fantastis. Semua stimulus itu membuat kita tertarik & penasaran untuk membeli beauty product tersebut tanpa bertanya apakah kita membutuhkannya? apakah semua klaim itu benar? Tak jarang kita menjadi Fear of Missing Out atau FOMO hanya karena takut ketinggalan tren.

Not everything that looks good in the social media we should have, ask ourselves if we need it or not.

Photo by Sora Shimazaki from Pexels

Kita sering merasa seolah-olah bahagia ketika baru membeli suatu barang, padahal it’s just an illusion. Jika barang tersebut ternyata kurang berguna maka dampaknya adalah wasteful atau mubazir. Apalagi dalam membeli beauty product yang sedang viral, kalau tidak sesuai dengan kebutuhan maka hanya akan menambah useless items lalu menumbuhkan perilaku konsumerisme yang hanya menghamburkan uang secara percuma, padahal seharusnya bisa saja kita gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting. Hal ini terjadi karena pada dasarnya ketika suatu beauty product menjadi viral, maka permintaan konsumen akan semakin meningkat, kemudian berdampak pada harga produk yang juga meningkat. Sayang sekali bukan? 

Then, what needs to be done before buying beauty products?

  1. Identify our Skin Type

Tipe kulit dan kebutuhan wajah kita beragam. Ada yang tipe kulitnya halus, kenyal, lembab, pori-pori rapat, tidak berminyak serta tidak kering, biasanya ini disebut normal skin type. Kemudian ada juga combination skin type yang biasanya berminyak di wajah area T (T-zone) yakni di sekitar kening, hidung, dan dagu, namun di area lainnya cukup kering. Tipe kulit berikutnya adalah oily skin type yang biasanya wajahnya mengkilap, berpori-pori besar, serta rentan berjerawat. Lalu tipe terakhir adalah dry skin type yang umumnya memiliki tekstur wajah agak kasar, kusam, sedikit bersisik dan memiliki kerutan halus.

Then, which is your skin type?

  1. Identify our Skin Problems

Sangat perlu untuk menganalisis masalah kulit kita, entah masalahnya adalah mudah berjerawat, kusam, atau kurang terhidrasi, karena hal tersebut penting dalam menuju tahap memilih produk yang akan kita pakai.

  1. Identify the need of materials to deal with our skin problems

Bahan atau ingredients dalam suatu produk perlu dipelajari terlebih dahulu untuk mengatasi masalah kulit kita. Caranya bisa dengan konsultasi pada dokter kulit atau an expert, atau kita juga bisa mulai melakukan research pada website dan jurnal yang terpercaya dengan menuliskan keyword seperti “what the ingredients can reduce oil on the facial skin?” atau “a material that can overcome back acne”. Kemudian akan muncul beberapa ingredients yang dapat mengatasi jerawat seperti Salicylic Acid, Niacinamide, dan Benzoyl Peroxide. Pilihlah sesuai kebutuhan masalah kulitmu!

  1. Lakukan pengecekan pada beauty product yang akan dibeli

Jika produk tersebut mengandung bahan-bahan yang kita perlukan, maka boleh langsung dibeli, jika tidak? Let us say goodbye! Jangan lupa juga untuk mengecek legalitas dari produk tersebut guna menjaga keamanan dan menghindari resiko masalah dari penggunaannya. Pilihlah produk yang sudah jelas BPOM. 

  1. Ketahui fungsi dari setiap jenis beauty products
Photos by Pavel Danilyuk on Pexels

Untuk memaksimalkan hasil dari pemakaian yang sesuai dengan kebutuhan, sebelumnya kita perlu mengetahui fungsi dari setiap jenis beauty products. Misalnya pada tahapan skincare, 

  1. Pembersihan Kulit

untuk membersihkan kulit wajah kita dapat menggunakan micelar water kemudian facial wash. 

  1. Pelembaban Kulit
  • Toner, berfungsi untuk menyeimbangkan pH dan mempersiapkan nutrisi yang akan masuk ke kulit wajah 
  • Serum memiliki kemampuan dalam menutrisi dan menembus lapisan kulit yang lebih dalam. 
  • Moisturizer merupakan sumber nutrisi utama untuk kulit wajah
  1. Proteksi Kulit
  • PA (Protection Grade of UV A) merupakan kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit terhadap UV A.
  • SPF (Sun Protection Factor) merupakan kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit terhadap UV B. Nilai SPF dapat menentukan waktu proteksinya dengan cara mengkalikan angka SPF dengan 10 menit. Misalnya pada SPF 30, artinya proteksi tersebut dapat bertahan selama 300 menit atau 5 jam.
  • Kemudian antara sunscreen dan sunblock pun fungsinya berbeda.

4. Review Check!

Penting untuk mengetahui ulasan dari beauty products yang akan kita beli, namun pilihlah ulasan yang bersumber dari orang terpercaya, seperti spesialis kecantikan, dokter kulit, dan sebagainya. Trust only in trusted people

5. Adjust our Budget

Penyesuaian budget juga perlu dilakukan, lho. Is the beauty product worth to buy?

Di era digital yang serba canggih, kita perlu menjadi lebih selektif dalam memilih informasi yang akan kita konsumsi. #BijakBerkonsumsi termasuk dalam menanggapi trend beauty product yang sedang viral karena hal tersebut dapat berpengaruh pada keputusan untuk membeli skincare, makeup, dan beauty products yang memang kita butuhkan untuk kesehatan kulit dan untuk menunjang penampilan. But…

We need to think before we act, we need to find out before we decide to buy a product, and the important thing is we need to be smart to know what exactly do we need.


Tulisan ini hasil karya kontributor kami, Yuni Kustiar

Editor: Sarah Safira Sofiani & Cynthia S Lestari.

Tertarik menjadi kontributor kami? Kunjungi link berikut untuk menulis atau email draftmu ke hi.lyfewithless@gmail.com dengan subject: CONTRIBUTOR – NAMA.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

#PakaiSampaiHabisRefill Produk Kecantikan Pertama di Indonesia!

Produk sekali pakai adalah masalah serius yang timbul dari industri termasuk kecantikan. Industri kecantikan memiliki dampak besar terhadap lingkungan dengan menyumbang 120 miliar unit kemasan per tahun (sumber: Zero Waste Week). Dengan angka yang besar ini, sekitar 70% dari bahan yang tidak bisa didaur ulang langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah.

#PakaiSampaiHabisHalal & Green Beauty

Saat ini produk-produk berlabel halal semakin banyak ditemukan di manapun, berbagai merek turut mendaftarkan produknya dalam sertifikasi halal. Permintaannya pun terus meningkat di bidang kuliner, obat-obatan, pariwisata, maupun kosmetik. Masyarakat Indonesia yang memang mayoritas muslim dengan kebutuhan konsumsi produk yang halal, juga non-muslim yang telah menjadikan produk halal sebagai sebuah gaya hidup karena label halal dianggap dapat memberikan jaminan akan kualitas dan keamanan produk.